RSA Wujudkan Khidmah Pesantren di Bidang Kesehatan, Bakti Sosial Peduli Masyarakat Digelar di Dua Desa Pesisir
scheduleJumat, 23 Januari 2026
Juwana — Setiap langkah pengabdian harus berangkat dari keikhlasan dan niat menebar kemanfaatan. Pesan itulah yang mengawali kegiatan Bakti Sosial Peduli Masyarakat Rumah Sakit Assuyuthiyyah (RSA) Yayasan Pendidikan Raudlatul Ulum (YPRU) Guyangan di Desa Tluwah dan Desa Kedungpancing, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.
Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Pembina YPRU Guyangan, Gus Moh Nabil, Lc., Dipl., MHPM., saat memimpin apel briefing sebelum keberangkatan tim. Dalam arahannya, Gus Nabil tidak hanya menyampaikan teknis kegiatan, tetapi juga memotivasi seluruh peserta agar menjaga niat, adab, dan semangat khidmah selama berada di tengah masyarakat.
“Setiap langkah yang kita lakukan harus dilandasi keikhlasan. Hadirnya kita di tengah masyarakat bukan untuk menunjukkan apa-apa, melainkan untuk menebar manfaat. Jaga sikap, jaga adab, karena dari situlah nilai pengabdian itu lahir,” pesannya.
Usai briefing, rombongan bergerak menuju lokasi kegiatan. Bakti sosial ini menjadi wujud nyata khidmah pesantren di bidang kesehatan, sekaligus ikhtiar RSA untuk mendekatkan layanan medis kepada masyarakat, khususnya di wilayah terdampak banjir dan daerah dengan akses yang tidak selalu mudah. Kehadiran RSA tidak berdiri sendiri, melainkan bersinergi dengan perangkat desa, tenaga kesehatan, dan relawan setempat.
Setibanya di Desa Tluwah dan Desa Kedungpancing, tim disambut dengan hangat oleh kepala desa masing-masing, didampingi Babinsa, bidan desa, relawan posko, tenaga kesehatan dari Puskesmas Juwana, serta masyarakat. Sambutan itu tidak hanya formal, tetapi terasa akrab dan penuh kehangatan, beberapa warga saling bahu membahu memindahkan bantuan sosial. Untuk menjangkau beberapa titik pelayanan, tim bahkan harus menempuh perjalanan menggunakan perahu, menyusuri jalur air yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, salah satu kepala desa menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh RSA dan Pesantren Raudlatul Ulum.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan perhatian yang diberikan kepada warga kami. Semoga ini tidak menjadi perjumpaan terakhir. Kami mendoakan agar pesantren dan seluruh civitasnya selalu diberi keberkahan,” ungkapnya.
Pelayanan kesehatan gratis menjadi inti dari kegiatan bakti sosial ini. Sejak pagi, warga mulai berdatangan dan mengantre dengan tertib untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan. Suasana di lokasi tampak hidup namun tetap teratur. Para tenaga medis RSA bekerja dengan telaten, dibantu relawan dan tenaga kesehatan setempat. Senyum ramah, sapaan santun, dan komunikasi yang hangat mewarnai interaksi antara tim medis dan masyarakat.
Di sela-sela pelayanan, tampak beberapa warga lanjut usia duduk menunggu giliran dengan sabar, sementara anak-anak mengikuti orang tua mereka dengan rasa ingin tahu. Beberapa anak terlihat melambaikan tangan kepada petugas, menunggu giliran. Suasana itu menghadirkan potret kebersamaan yang jarang ditemui dalam rutinitas sehari-hari.
Selain layanan kesehatan, kegiatan juga dirangkai dengan distribusi bantuan sosial kepada masyarakat. Pembina YPRU, Gus Nabil, turut turun langsung membagikan bantuan tersebut. Kehadirannya di lapangan tidak berjarak; beliau menyapa warga, berbincang singkat, dan memastikan bantuan diterima dengan baik. Bagi masyarakat, kehadiran pimpinan yayasan yang terlibat langsung menjadi kesan tersendiri yang memperkuat makna kegiatan.
Kehangatan sambutan warga terasa semakin kuat dari ungkapan salah satu warga Desa Kedungpancing, Shofwan, yang menyampaikan rasa kagumnya terhadap seluruh tim.
“Kula niki tiyang alit, tapi nggih saged mirsani piyambak. Niki tiyang-tiyang sabar, telaten, pokok'e sae sanget. Matur-e nggih alus sedanten, ngajeni tiyang sepah. Adab kados ngeten menika sampun jarang kapanggih niki dinten. Mula kula lan warga mriki nggih rumangsa saestu dirumati, dipun ajeni. Mugi enggal tansah pinaringan berkah kagem pesantren sedanten” tuturnya.
Kesan serupa juga tercermin dari interaksi sederhana di lapangan: relawan yang sigap membantu warga lanjut usia, siswa yang dengan santun mengarahkan antrean, hingga tenaga medis yang menjelaskan kondisi kesehatan dengan bahasa yang mudah dipahami. Kehadiran siswa sebagai peserta outing class menambah warna tersendiri dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga bersentuhan langsung dengan realitas sosial, membentuk empati, kepekaan, dan tanggung jawab sosial.
Bagi siswa, keterlibatan dalam kegiatan bakti sosial ini menjadi bagian dari proses pembelajaran karakter. Mereka belajar bahwa ilmu dan pendidikan tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi harus bermuara pada kebermanfaatan nyata bagi masyarakat. Melalui pengalaman lapangan ini, nilai kepedulian, kerja sama, dan pengabdian ditanamkan secara langsung.
Menjelang berakhirnya kegiatan, tantangan medan justru semakin terasa. Di beberapa titik, genangan banjir masih setinggi lutut orang dewasa, bahkan di sebagian lokasi mencapai pinggang. Kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah tim bakti sosial. Bantuan tetap disalurkan menggunakan perahu, menyusuri permukiman warga yang terendam. Ada warga yang menerima bantuan dari lantai dua rumahnya, ada pula yang tetap menunggu dengan sabar untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan karena tidak memungkinkan mengantre di posko pelayanan.
Dalam keterbatasan itu, suasana kehangatan justru semakin terasa. Senyum tulus terlukis di wajah warga saat bantuan dan layanan kesehatan diterima, disambut dengan sapaan santun dan perhatian penuh dari tim RSA dan para relawan. Bagi sebagian warga, kehadiran tim bukan hanya membawa obat dan bantuan, tetapi juga menghadirkan rasa ditemani dan diperhatikan di tengah kondisi yang tidak mudah.
Melalui kegiatan Bakti Sosial Peduli Masyarakat ini, RSA Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan menegaskan perannya sebagai bagian integral dari ekosistem pesantren yang berkhidmah untuk umat. Tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas kesehatan internal, RSA hadir sebagai jembatan kepedulian yang menghubungkan pesantren dengan masyarakat luas.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pengabdian sosial bukanlah kegiatan insidental, melainkan bagian dari tanggung jawab moral lembaga pendidikan. Dengan niat yang ikhlas, kerja yang terarah, dan sinergi bersama masyarakat, khidmah pesantren menemukan wujudnya yang nyata: hadir, melayani, dan menebar manfaat.
Galeri
Tim Redaksi
Kunjungi konten kami juga di:
Instagram Reels: Bakti Sosial RSA
Instagram Posts: Dokumentasi Baksos RSA
Jangan ketinggalan informasi terbaru dengan bergabung di WhatsApp Channel YPRU Guyangan di sini dan WhatsApp Channel Rumah Sakit Assuyuthiyyah di sini
Berita Terbaru
- RSA Wujudkan Khidmah Pesantren di Bidang Kesehatan, Bakti Sosial Peduli Masyarakat Digelar di Dua Desa Pesisir
Jumat, 23 Januari 2026
- 49 Santri MA Raudlatul Ulum Lolos SNBP 2025, Capaian Meningkat Signifikan dari Tahun Sebelumnya
Selasa, 18 Maret 2025
- Pesantren Raudlatul Ulum Dorong Transformasi Pembelajaran Melalui Workshop Deep Learning
Jumat, 5 September 2025
- Peringatan Isra Mi’raj 1447 H, Pesantren Raudlatul Ulum Jadikan Rajab sebagai Ruang Refleksi dan Penguatan Karakter Santri
Jumat, 16 Januari 2026
- Merajut Silaturahim Antar Pesantren, Pesantren Daruttaqwa Gresik Kunjungi Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan
Senin, 12 Januari 2026