Pesantren Raudlatul Ulum Dorong Transformasi Pembelajaran Melalui Workshop Deep Learning

scheduleJumat, 5 September 2025

Guyangan — Tantangan pendidikan hari ini tidak lagi sebatas penguasaan materi pelajaran, melainkan bagaimana proses belajar mampu membentuk cara berpikir, karakter, dan kepekaan peserta didik terhadap realitas kehidupan. Menyadari hal tersebut, Yayasan Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan menyelenggarakan Workshop Deep Learning Guru Madrasah sebagai upaya peningkatan kualitas soft skill guru sekaligus bentuk adaptivitas lembaga terhadap arah kebijakan kurikulum baru.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (6/9) di Ruang Perpustakaan Kompleks Pesantren Raudlatul Ulum ini diikuti oleh para guru lintas jenjang, mulai dari RA, MI, MTs, MA, hingga guru pondok pesantren. Workshop ini difokuskan pada penguatan pemahaman dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) serta pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), dua konsep yang kini menjadi perhatian dalam pengembangan pendidikan madrasah.

Pemateri dalam kegiatan ini adalah Mutadi, S.Pd., M.Ed., widyaiswara Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang yang telah lama berkecimpung dalam pengembangan pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru. Latar belakang akademiknya ditempa hingga ke tingkat internasional. Setelah menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Matematika di IKIP Semarang (kini UNNES), Mutadi memperoleh beasiswa dari Asian Development Bank (ADB) untuk mengikuti program penguatan bahasa Inggris di Kangan Batman TAFE, Melbourne, sebelum melanjutkan studi S2 Pendidikan Matematika di Deakin University, Melbourne, Australia, dan lulus pada tahun 2001.

Kiprahnya di dunia pendidikan nasional juga tercermin dari berbagai prestasi yang pernah diraih, di antaranya Juara Nasional Guru Teladan MAN/MA serta sejumlah penghargaan nasional dalam penulisan buku ajar matematika tingkat MI, MTs, hingga SMA/MA dari Kementerian Agama. Ia juga pernah menjadi finalis Australian Alumni Awards for Excellence in Education yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Australia. Sejak 2008 hingga kini, Mutadi aktif mengabdikan diri sebagai widyaiswara, mendampingi guru-guru dalam mengembangkan pembelajaran yang reflektif, bermakna, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dalam pemaparannya, Mutadi mengajak para guru melihat perubahan paradigma pendidikan secara utuh. Kurikulum Berbasis Cinta dipahami bukan sebagai konsep sentimental, melainkan pendekatan yang menempatkan relasi guru dan peserta didik pada fondasi empati, keteladanan, dan penghargaan terhadap proses belajar. Sementara deep learning diarahkan untuk mendorong peserta didik berpikir kritis, memahami makna, dan mampu mengaitkan ilmu dengan kehidupan nyata.

Workshop ini tidak berhenti pada tataran konseptual. Para peserta juga dibimbing secara praktis untuk mengimplementasikan pembelajaran berbasis digital. Mulai dari pengenalan pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis website, dasar-dasar HTML dan coding, pengelolaan hosting, hingga perancangan perangkat pembelajaran (RPP) dan model pembelajaran yang selaras dengan prinsip KBC dan deep learning. Seluruh materi disampaikan secara bertahap, bahkan dimulai dari nol, sehingga dapat diikuti oleh seluruh peserta dengan latar belakang kemampuan yang beragam.

Pendekatan pembelajaran dari dasar ini memungkinkan para guru tidak hanya memahami konsep, tetapi juga menghasilkan rancangan pembelajaran berbasis multimedia yang dapat diakses secara daring. Iklim pembelajaran digital pun mulai diperkenalkan sebagai bagian dari transformasi pendidikan di lingkungan pesantren, dengan tetap membuka peluang kolaborasi bersama mata pelajaran salaf dan keagamaan.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Diskusi berjalan aktif dengan banyak pertanyaan yang dilontarkan peserta, bahkan hingga waktu kegiatan berakhir. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan kesadaran guru terhadap pentingnya pembaruan metode pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.

Mutadi mengaku terkesan dengan respons para guru Pesantren Raudlatul Ulum.

“Untuk waktu pembelajaran satu hari ini, bapak-ibu guru Pesantren Raudlatul Ulum sangat luar biasa. Benar-benar proses from zero to hero. Dari yang baru kenalan dengan website, hingga mampu membuat pembelajaran berbasis multimedia di website dan bisa diakses di mana saja. Saya bangga dan cukup kaget, bapak-ibu bisa sampai titik itu,” ungkapnya.

Bagi yayasan, kegiatan ini dipandang sebagai investasi jangka panjang di bidang pendidikan. Dengan meningkatkan kualitas guru pengajar, secara tidak langsung kualitas peserta didik juga akan meningkat. Guru yang adaptif, reflektif, dan terampil diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih manusiawi, bermakna, dan kontekstual bagi para santri.

Melalui workshop ini, Pesantren Raudlatul Ulum menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan berinovasi. Pendidikan tidak dipahami sebagai proses yang statis, melainkan perjalanan panjang yang menuntut kesiapan untuk belajar dan berkembang. Dengan fondasi cinta, penguasaan ilmu, dan pemanfaatan teknologi, madrasah dan pesantren diharapkan mampu menyiapkan generasi yang berilmu, beradab, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Galeri:



Tim Redaksi


Kunjungi konten kami di Instagram Reels: Workshop Deep Learning